Sejarah

SEJARAH SINGKAT RUMAH SAKIT JIWA MENUR SURABAYA

Periode I
Masa Kepemimpinan  Prof. DR. Dr. Moeljono Notosoedirdjo, Sp.KJ., Sp.S., MPH

Pelayanan Kesehatan Jiwa di Surabaya dimulai  sekitar tahun 1954, untuk wilayah Jawa Timur sudah di lakukan oleh Rumah Sakit Simpang Surabaya. Pada kurun waktu tersebut pelayanan kesehatan jiwa dilakukan oleh dokter jiwa, dokter umum yang jumlahnya masih sangat terbatas dengan sarana dan prasarana yang sangat sederhana. Pelayanan rawat inap di tampung di Rumah Sakit Pegirian dengan  kapasitas tempat tidur terbatas, serta sarana dan prasarana yang belum memenuhi syarat yang merupakan peninggalan pemerintah Hindia Belanda yang fungsinya sebagai Doorganghuis ( Rawat Inap dengan surat Pengadilan sebagai referensi dari Rumah Sakit Pegirian bila rawat inap di Rumah Sakit Jiwa Lawang).  Pada saat  itu pengetahuan masyarakat tentang kesehatan jiwa masih sangat terbatas, sebagian keluarga penderita jiwa yang tidak mampu dan malu mempunyai anggota keluarga yang sakit memperlakukannya dengan tidak manusiawi yang bertentangan dengan Dasar Negara misalnya dilakukan pemasungan ( Data  Korban  Pasung Jawa Timur Lampiran 3). Dengan adanya fenomena tersebut  Prof. DR. Dr. R. Moeljono Notosoedirdjo, Sp.KJ., Sp.S., MPH. mempunyai gagasan dan sebagai konseptor untuk mendirikan pusat pelayanan kesehatan jiwa masyarakat wilayah Surabaya sekitarnya dan Jawa Timur pada umumnya.

PERSIAPAN PENDIRIAN PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT

Tahun 1951

Persiapan untuk mendirikan Pusat Kesehatan Masyarakat tidaklah mudah, pendekatan-pendekatan terus dilakukan. Departemen Kesehatan RI. membeli tanah tahun 1951 dan tanah ini belum jelas peruntukannya. Dokter Salekan ( Kepala  Direktorat Jiwa ) di bagian Jiwa RSUD Dr. Soetomo mengatakan bahwa saat  ini tanah itu belum ada yang memanfaatkan sebagai fasilitas Pelayanan Kesehatan. Bagi yang ingin menggunakan disarankan oleh beliau untuk mengurus sendiri. Untuk itu sebagai langkah awal pada tahun 1951 dibelilah tanah seluas 36.000 m2 milik Departemen Kesehatan RI. itu, untuk pelayanan kesehatan jiwa. Pembangunan dilakukan mulai tahun 1954 namun mengalami kemacetan dan kegagalan yang dikarenakan adanya kebijakan dana dan keuangan.

Tahun 1960

Secara bertahap dilakukan pembangunan ruang-ruang perawatan dan fasilitas lain yang persiapannya dilakukan oleh Departemen Kesehatan Jiwa Departemen Kesehatan. Sebagai langkah awal bangunan yang pertama kali diselesaikan adalah Ruang A, Ruang B dan Dapur pada tahun 1960. Selanjutnya pada tahun 1967 dibangun Ruang D dan Ruang E yang persiapan pembangunannya dilakukan oleh Departemen Kesehatan Jiwa Departemen Kesehatan.

Tahun 1972

Agar Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya ini dapat berjalan pembangunannya diadakan kerjasama antara Pemerintah Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur diawali Pengawas, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur, Dr. Bahrawi Wongsokoesoemo, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga,  Prof. Asmino Setyonegoro dan Kepala Direktorat  Kesehatan Jiwa Departeman Kesehatan, Prof. Kusumanto Setyonegoro pada bulan Januari 1972.

Tahun 1973 – 1974

Pada  tahun 1973 – 1974 Departemen Kesehatan RI. mengeluarkan Surat Keputusan tanggal 28 Desember 1973 No. 1867 / Kes / 10 / 1973 Tentang Pengurusan Penyerahan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya kepada  Daerah Propinsi Tingkat I Jawa Timur, kemudian  pembangunannya dilanjutkan dengan usulan DUP tahun 1973 – 1974. Sejak itu dimulailah pembangunan dan pemenuhan fasilitas kesehatan dan pembentukan Tim yang menangani proyek tersebut  :

Pimpinan Proyek : Prof. DR. Dr. R.Moeljono Notosoedirdjo, Sp.KJ., Sp.S., MPH

Bendahara Proyek : dr. J.B. Ananda

Direktur RSJ Menur : Prof. DR. Dr. R. Moeljono Notosoedirdjo, Sp.KJ., Sp.S., MPH

Wakil Direktur : dr. J.B. Ananda

Pimpinan PKJM : Prof. DR. Dr. R. Moeljono Notosoedirdjo, Sp.KJ., Sp.S., MPH

Wakil : dr. J.B. Ananda

Tahun 1976

Sejak pertengahan tahun 1976 dilakukan persiapan melengkapi ruang dan kantor untuk dapat menjalankan fungsinya sebagai Pusat Kesehatan Jiwa Masyarakat (sementara belum ada kantor sebagian dari dapur dipakai sebagai kantor) yang melakukan Pelayanan Rawat Jalan (Out patient clinik ) pelayanan diluar Rumah Sakit dan pelayanan perawatan bila diperlukan.

Pemimpin Proyek (Prof.DR. Moeljono) mengawasi dan memeriksa pekerjaan pembangunan

Pembangunan fisik  Rumah Sakit  Jiwa Menur Surabaya didasari suatu pemikiran bahwa suasana lingkungan mempengaruhi proses penyembuhan yang dikenal sebagai  “milieu therapy “. Lingkungan itu terdiri dari lingkungan fisik dan lingkungan non fisik manusianya. Keduanya harus mendukung tercapainya lingkungan terapeutik, lingkungan yang nyaman dan tenang. Menghindari lingkungan menakutkan seperti sel dengan gembok yang beruji-ruji, pagar dari tembok yang tertutup rapat, tetapi dengan  jendela kaca tanpa kamar isolasi, pagar rumah sakit tidak dari tembok yang rapat, sehingga pasien tidak merasa di batasi kebebasannya, dan tidak akan berontak. Makan dengan piring dan minum dari gelas dan ada TV diruang pertemuan, model bangunan RS Jiwa seperti ini kemudian ditiru oleh RS Jiwa Palu, RS Jiwa Solo dan seterusnya.

Prinsip lain yang mendasari pembangunan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya ini adalah kemasyarakatan  “ Community Base “ pada  ( Community Mental Health Center ) maksudnya  PKJM ini merupakan suatu tempat dimana  masyarakat datang untuk segala keluhan kejiwaan, bukan suatu tempat yang tertutup dan menakutkan. Tempat dimana yang sakit dirawat, kalau sembuh pulang, kalau kambuh masuk lagi dengan syarat yang mudah. Disamping itu Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya juga melakukan pelayanan di luar RSJ Menur guna memberikan penerangan dan penyuluhan bagaimana hidup sehat mental keseluruh masyarakat (Ibu-ibu  PKK, Dharma Wanita , Korpri, Sekolahan, Organisasi sosial, Perusahaan Negara, swasta dan lain-lain). Usaha ini dikenal sebagai usaha peningkatan Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Gangguan Jiwa.

Dengan menerbitkan SK. No. 2501 / Um Tanggal  2 Juni 1976 Pengawas, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur menunjuk Dr. Moeljono Notosoedirdjo, Sp.KJ, MPH untuk menyelesaikan, menyiapkan dan melaksanakan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya yang mempunyai orientasi kemasyarakatan ( Community Mental Health Approach ). Pembangunan fisik dibiayai anggaran APBN, belanja rutin , menjadi tanggung jawab Pemda  Tingkat I Jawa Timur, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga  menyediakan tenaga ahli nya. Setelah melengkapi gedung- gedung yang sudah ada dengan peralatan ruangan dan kantor maka Januari 1977 Pegawai dan Pasien dari RSJ Pegirian dipindahkan ke RS Jiwa Menur Surabaya setelah diseleksi.

Tahun 1977

Setelah segala persiapan dilakukan dengan penuh do’a dan harapan maka pada tanggal 24 Maret 1977  Pusat Kesehatan Jiwa Masyarakat Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur, Bapak Soenandar  Prijosoedarmo. Hadir dalam peresmian tersebut Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Prof. Dradjat Prawiro Negoro, Bapak Kepala Direktorat Kesehatan Jiwa Prof. R. Kusumanto Setyonegoro, DPRD Propinsi Jawa Timur , Pejabat Propinsi Jawa Timur, Direktur RSUD Dr Sutomo, Kepala  Bagian Penyakit Jiwa RSUD Dr Soetomo dan para undangan lainnya. Status Pusat Kesehatan Jiwa Masyarakat / Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya waktu itu adalah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur sampai tahun 1985.

Prosesi Peresmian RS Jiwa Menur oleh Bapak Gubernur Jawa Timur
Bapak Soenandar Prijosoedarmo, Tanggal  24  Maret 1977

Penerimaan ucapan selamat kepada direktur RS Jiwa Menur Prof. DR. Moeljono dan ibu

Banyak karangan bunga sebagai ucapan selamat

Ikatan Istri Dokter Indonesia Cabang Surabaya turut memeriahkan suasana peresmian.

Tahun 1978

Pembanguanan fisik serta kegiatan kesehatan jiwa di luar RSJ. Menur dilaksanakan oleh Proyek Peningkatan Pelayanan Kesehatan Jiwa  Propinsi Jawa Timur / Bagian Proyek Rumah Sakit Jiwa Surabaya. Kegiatan pemenuhan kebutuhan baik sarana dan parasana terus dilakukan, diantaranya pembangunan Gedung Utama. Sebagai awal pekerjaan dilakukan proses peletakan Batu Pertama Gedung Utama  pada tanggal 9 Nopember 1978 oleh Direktur Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, Prof. DR.Dr. R.Moeljono Notosoedirjo, Sp.KJ., Sp.S., MPH. yang disaksikan oleh karyawan RS Jiwa Menur dan para undangan.

Prof. Dr. Moeljono melakukan peletakan batu pertama Gedung Utama Tanggal 9 Nopember 1978

Tahun 1980

Ruang perawatan yang baru Ruang F dan ruang G,  selesai dibangun pada tahun 1980 dengan konsep  seperti rumah tinggal biasa bukan bangsal. Lingkungan manusianya diharapkan menciptakan suasana keakraban, tidak membeda-bedakan pelayanan satu sama lain. Seluruh karyawan termasuk yang bukan perawat harus bisa berperilaku menciptakan kebersamaan. Dalam ruang berkaca tidak banyak kaca yang pecah seperti sebelumnya diperkirakan, kaca ini juga mendorong pasien untuk memelihara kebersihan dan keindahan, umpamanya kelompok pasien yang merawat dan memelihara lingkungan sekitarnya.
Kapasitas Tempat Tidur terus meningkat dari tahun ketahun sebagai berikut :
1977-1980        Kapasitas        100 tempat tidur
1981-1982        Kapasitas        124 tempat tidur
1982-1984        Kapasitas        140 tempat tidur
1985-1986        Kapasitas        170 tempat tidur
1987-1988        Kapasitas        200 tempat tidur
1989-1990        Kapasitas        250 tempat tidur
1990-1991        Kapasitas        300 tempat tidur
1991-1992        Kapasitas        300 tempat tidur

Tahun 1982

Menteri Kesehatan RI. Bapak Dr. Suwarjono Suryaningrat meninjau Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.

Bapak Menteri Kesehatan, Bapak dr. Suwarjono Suryaningrat memeriksa maket yang ditunjukkan oleh Perencana, Prof. Dr. Moeljono.
Hadir antara lain : sebelah kiri Bpk. Menteri dr. Brata Ranuh, Kakanwil / Ka.Dinkes Jawa Timur, Prof. dr. Rachmad Santoso, Dekan Fak. Kedokteran Unair ada disebelah kanan Bpk. Menteri, dan di sebelah kanan Dekan dr. Subekti dari Dep. Kesehatan RI.

Tahun1985

Tanggal 14 September 1985, SK Gubernur No. 93 Tahun 1985 tentang Organisasi dan Tata  Kerja Rumah Sakit Jiwa Daerah dimana Pusat Kesehatan Jiwa Masyarakat  / Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya  menjadi Rumah Sakit Jiwa Daerah Menur  merupakan Rumah Sakit Jiwa Kelas A dengan  status  Unit Pelaksana Dinas Kesehatan, menduduki Eselon II B bertanggung jawab kepada Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur.

Tahun 1987

Dalam rangka memperingati Ulang Tahun ke X ( Eka Dasa Warsa  ) foto   bersama pejabat stuktural di depan Gedung Utama dan Pengurus Dharma Wanita Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.

Foto bersama Direktur RSJ Menur I dengan Pejabat Struktural

Foto bersama Direktur RSJ Menur I dengan Pejabat Struktural, Kepala Instalasi dan Pengurus Dharma Wanita

Tahun 1990

Dengan pemikiran – pemikiran bahwa suasana lingkungan proses penyembuhan  yang dikenal dengan Milieu Therapy tersebut diatas, pada tahun1990 mendapat penghargaan dari WHO yang disampaikan oleh dr. N. Sartorius (Kepala Mental Health ) dan sebagai Rumah Sakit Jiwa Terbaik di Indonesia tahun 1990 ( Bidang Sarana, Kebersihan, Sistem Pelayanan dan Pengobatan Pasien ) yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur, Bapak Sularso di Grahadi pada pelepasan pensiun direktur RSJD Menur pertama pada tahun 1992.

DR. Sartorius (kiri) Head of the Division of Mental Health WHO.
Head Quarter Geneve
Prof. Walton (kanan) University of Edidinburgh Dept. of Psychiatry Scotland

Kunjungan Dr. Wolfgang Kiernan, FRCP.FRC. Psych.
Regional Advisor Mental Health for S.E. ASIA Region WHO.

Periode II

Masa Kepemimpinan dr. Yusmansyah Idris, Sp.KJ
Pada masa kepemimpinan dr. Yusmansyah Idris, Sp.KJ pengembangan pelayanan kesehatan jiwa terus dilakukan diantaranya dengan menyusun Program dan Kegiatan. Program Kerja Tahun 1992 – 1993 sebagai berikut :
1.Peningkatan Badan Pembina Kesehatan Jiwa Masyarakat (BPKJM)
Melakukan kunjungan monitoring ke Daerah Tingkat II Jatim
Mengadakan Seminar Sehari
Mengadakan Rakerda BPKJM Tingkat I dan Tingkat II.
2.    Peningkatan kerja sama lintas sektoral dan partisipasi masyarakat dalam upaya pembinaan kesehatan jiwa masyarakat

Tahun 1993

Pada tahun 1993 mendapat penghargaan sebagai Pemenang Kedua Rumah Sakit Jiwa Terbaik Tingkat Propinsi Jawa Timur Dalam Rangka Memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke XXIX tgl 12 Nopember 1993.
Kapasitas tempat tidur  tahun 1993 – 2000 adalah 300 tempat tidur dengan perincian sebagai berikut :
1.Ruang A     dengan kapasitas 40 Tempat tidur merupakan Ruang Kelas II
2.Ruang B     dengan kapasitas 40 Tempat tidur merupakan Ruang Kelas II
3.Ruang C      dengan kapasitas 30 Tempat tidur merupakan Ruang Kelas III
4.Ruang D     dengan kapasitas 30 Tempat tidur merupakan Ruang Kelas III
5.Ruang E     dengan kapasitas 30 Tempat tidur merupakan Ruang Kelas III
6.Ruang F     dengan kapasitas 55 Tempat tidur merupakan Ruang Kelas III
7.Ruang G     dengan kapasitas 55 Tempat tidur merupakan Ruang Kelas III
8.Ruang H     dengan kapasitas 20 Tempat tidur merupakan Ruang Kelas III

Dengan tersedianya  Kelas II diharapkan dapat meningkatkan pelayanan untuk penderita yang membutuhkan pelayanan dengan menu makan yang lebih baik  dari kelas III dan pelayanan khusus dari doktetr spesialis jiwa  yang visite setiap hari  serta dapat memberikan Jasa Medik sebagai kesejahtaraan bagi pegawai tiap Tri bulan.

Program Kerja Tahun 1993 – 1994
1.Perluasan Pelayanan Kesehatan Jiwa Integratif melalui Puskesmas dan RSU kelas C serta penyuluhan kesehatan jiwa masyarakat
2.Peningkatan kerja sama Pelayanan Rujukan Kesehatan Jiwa baik secara lintas program maupun sektoral

Tahun 1994
Tahun 1994 Mendapat Penghargaan sebagai Pemenang  Pertama Rumah Sakit Khusus Jiwa  terbaik Tingkat Propinsi Jawa Timur Dalam Rangka Memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke XXX tgl 12 Nopember 1994.
Dalam rangka  menghadapi Era  Globalisasi dan perkembangan kearah Rumah Sakit Swadana di seluruh Indonesia, maka Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya terus berusaha meningkatkan sarana dan prasarana serta perbaikan seluruh sistim pelayanan baik administrasi, maupun pelayanan medik  yang sesuai dengan tuntutan perkembangan.

Berdasarkan Penilaian Profil Rumah Sakit Jiwa seluruh Indonesia Tahun 1995 Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya mendapatkan Penghargaan  Terbaik  kedua setelah Rumah Sakit Jiwa Palembang.

Program Kerja Tahun 1994 – 1995
1.Peningkatan Sistem Perencanaan yang lebih baik, karena prencanaan adalah sebagai alat untuk pengendalian dan pengawasan
2.Peningkatan mutu pelayanan kesehatan jiwa melalui Rumah Sakit Jiwa sebagai pusat rujukan spesialistik kesehatan jiwa.
3.Meningkatkan Kebersihan Rumah Sakit.

Lomba kebersihan antar ruangan RSJ Menur, untuk menjaga kebersihan lingkungan RSJ Menur

Dalam rangka peningkatan kebersihan Rumah Sakit bekerja sama dengan Dharma Wanita Sub Unit Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya mengadakan lomba antar ruangan dilingkungan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.

Lomba kebersihan antar ruangan RSJ Menur, untuk menjaga kebersihan lingkungan RSJ Menur

Tahun 1995
Pada Tahun 1995  Mendapat  Penghargaan  sebagai  Pemenang  Pertama   Rumah  Sakit   Khusus  Jiwa terbaik Tingkat Propinsi Jawa Timur Dalam Rangka Memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke XXXI  tgl 12 Nopember 1995.

Program Kerja Tahun 1995 – 1996
1.Peningkatan Sistem Manajemen Pengadaan Barang sesuai dengan prosedur dan kontrol.
2.Pembinaan Manajemen Rumah Sakit Jiwa kearah peningkatan efisiensi dan fungsi sosialnya sesuai dengan perkembangan ilmu dan perundangan yang berlaku.

Tahun 1996
Tahun 1996 Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya mendapat Penghargaan sebagai   Pemenang Pertama Rumah Sakit Khusus Jiwa Terbaik tingkat Propinsi Jawa Timur dalam Rangka Memperingati Hari Kesehatan Nasional Ke XXXII tgl 12 Nopember 1996.

Pemenang ke II sebagai Rumah Sakit Jiwa Pemerintah dengan Penampilan Terbaik Kedua tahun 1996 dalam bidang :
1.Penampilan Standart Pelayanaan Rumah Sakit.
2.Penampilan Kerja Rumah Sakit .
3.Upaya larangan Merokok di Rumah Sakit.

Program Kerja Tahun 1996 – 1997
1.    Meningkatkan Pelayanan Medik
Memfungsikan ruang baru untuk perawatan gawat Darurat Psikiatri dan Visum et Repertum
Program Psikoterapi di Unit Rawat Jalan.
Mengembangkan Gugus Kendali Mutu.
2.Meningkatkan Mutu Rumah Sakit dengan :
Persiapan Akreditasi.
Meningkatkan kebersihan dan ketertiban
Mengembangkan Gugus Kendali Mutu

Penampilan GKM “ REMBULAN “
Dalam Konvensi Nasional GUGUS KENDALI MUTU RUMAH SAKIT JIWA di Bogor
Tanggal  25 Desember 1997

Saat Konvensi Nasional  GUGUS KENDALI MUTU RUMAH SAKIT JIWA
Di Bogor tanggal 25 Desember 1997. GKM “ REMBULAN “
Dari Sub Bag.Rekam Medik Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, masuk 10 (sepuluh) besar.

Dalam rangka persiapan  mengikuti Akreditasi Rumah Sakit tingkat dasar dengan kesepakatan bersama tercipta Visi, Misi, Motto, Nilai dan Budaya Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya Surabaya.

VISI    :

Memberi pelayanaan kesehatan jiwa secara optimal dan profesional.

MISI    :
1.Memberi pelayanaan kesehatan jiwa dibidang  promotif, preventif, rehabilitatif bagi masyarakat
2.Mengembangkan pelayanan kesehata jiwa sub  spesialistik seiring dengan kemajuan iptek.
3.Mengembangkan kesehatan jiwa dibidang neuropsikiatri.
4.Mengembangkan dan menyempurnakan pendidikan, pelatihan dibidang administrasi rumah sakit.
5.Mengembangkan  budaya  organisasi yang mengutamakan  pemeliharaan Perbaikan mutu secara terus menerus.

MOTTO :
Menur Berseri
Bina Masyarakat
Effisien pekerjaan
Rapi Pelaksanaan
Senyum Pelayanan
Ekonomis Pembiayaan
Rukun Kebersamaan
Indah Penampilan

NILAI DAN BUDAYA :

1.Pelayanan terbaik dan menjaga kepercayaan pasien dan keluarganya adalah tujuan utama .
2.Bekerja dan meningkatkan kemampuan diri adalah kewajiban sebagai pegawai negeri  (Sapta Prasetya Korpri)

Program Kerja Tahun 1997-1998

1.     Meningkatkan Pelayanan Medik.
Mefungsikan ruang baru untuk perawatan Gawat Darurat Psikiatri dan Visum et Repertum.
Program Psikoterapi di Unit Rawat Jalan
Persiapan menyediakan ruang perawatan Kelas I dan Kelas Utama.
2.     Meningkatkan Mutu Rumah Sakit dengan

Persiapan Akreditasi.
Mengembangkan Gugus Kendali Mutu.
Meningkatkan kebersihan dan ketertiban.

Program Kerja Tahun 1998 – 1999

1.    Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM)
Mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan di dalam maupun diluar Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya sebagai berikut :
Kegawat daruratan Psikiatri
Pelatihan BLS
Pelatihan Penanggulangan Bencana didalam dan di luar RSJD Menur.
Program Psikoterapi di Unit Rawat Jalan.
Mengembangkan Gugus Kendali Mutu.

Periode Ke III
Masa Kepemimpinan dr. Nugroho Edisono Brodjonegoro. Sp.KJ., MARS
Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya Surabaya sesuai dengan visi dan misinya telah dan mengupayakan peningkatan kinerja lewat upaya-upaya perbaikan dan peningkatan pelayanan kesehatan jiwa yang paripurna , profesional efektif dan efisien.
Upaya-upaya perbaikan dan peningkatan meliputi sektor-sektor administrasi manajemen, pelayanan medik, keperawatan, pelayaan penunjang medik, dan perbaikan-perbaikan penambahan sarana dan prasarana rumah sakit dengan tujuan dapat memberikan pelayanan publik dengan prima dan meningkatkan kesejahteraan para pegawainya.

Perkembangan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya Periode 1999 – sekarang

Tahun 1999/2000

Pada masa ini sempat terjadi kekosongan pimpinan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya karena Direktur (yang lama) dr. Yusmansyah Idris, SpKJ sudah menduduki jabatan baru sebagai Kepala Direktorat Kesehatan Jiwa Ditjen Yan Medik, Dep.Kes. RI; sedang pejabat baru belum ditentukan. Operasional Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya ditangani oleh Kepala Bagian Sekretariat sampai akhirnya dilantik oleh Gubernur Jawa Timur Direktur (yang baru) pada bulan Desember 1999 yaitu dr. Nugroho Edisono Brodjonegoro, Sp.KJ yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur RSJP. Manado.

Tahun 2000

-    Dilakukan perubahan paradigma Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya sebagai lembaga yang bersifat sosial menjadi lembaga yang bersifat sosial – ekonomi, sebagai lembaga sosial Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya melakukan pelayanan yang bersifat paket, dimana misalnya pasien rawat jalan cukup membayar karcis poli klinik maka yang bersangkutan mendapat pelayanan pemeriksaan, tindakan medik, dan obat-obatan. Pada perubahan paradigma tersebut, maka pasien harus membayar karcis poliklinik untuk mendapat pemeriksaan dan tindakan medik, sedangkan untuk pemeriksaan laboratorium dan obat-obatan pasien harus membayar sesuai Tarif Perda yang berlaku untuk pemeriksaan laboratorium & obat-obatan. Perubahan ini dimulai secara bertahap yakni dengan memberlakukan tarif dimulai dengan 50 % dari tarif yang tercantum di Perda No. 7/98.
-    Untuk mengantisipasi akreditasi tingkat dasar maka ditentukanlah bersama Visi dan Misi Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya dan dipersiapkan seluruh persyaratan dibidang Administrasi Rumah Sakit, Pelayanan Medik, Pelayanan Gawat Darurat, Keperawatan dan Rekam Medik oleh Panitia Akreditasi bersama seluruh staff di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.

Adapun Visi dan Misi Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya tersebut adalah sebagai berikut :

VISI     :

Menjadi pusat rujukan pelayanan jiwa  yang  paripurna  dan  andalan masyarakat.

MISI     :

Mencegah, menanggulangi masalah kesehatan jiwa  secara   paripurna dan profesional bersama Pemerintah.

MOTTO   :

Profesional dan kasih sayang ciri khas pelayanan kami

FALSAFAH :

Dengan profesional, kepentingan dan  kepuasan  penderita  serta  pengguna  jasa lainnya menjadi tujuan kami.

TUJUAN  :

Memberikan pelayanan kesehatan Jiwa promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, secara professional.
Menjadi tempat rujukan pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia bagian Ttimur.
Menjadi tempat pendidkan pelatihan dan penelatian bidang kesehatn jiwa yang berkualitas.
Menjadi Pembina pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas, RSUD Kabupaten / Kotamadya se Jawa Timur.
Menjadi Pembina pelayanan kesehatan jiwa di Puskesmas / RSU Kabupaten / Kota  Madya se Jawa Timur.
Mengembangkan pelayanan kesehatan jiwa sub spesialistik / neuropskiatri.
Memberdayakan pelayanan masyarakat untuk dapat berpartisipasi aktif dan terarah mencegah serta menanggulangi masalah kesehatan jiwa.

BUDAYA ORGANISASI  :
Kepuasan pegguna jasa adalah kepedulian kami
Kami selalu ada dan siap melayani pengguna jasa.

PEDOMAN KERJA  :
5 R  :

1.RAMAH
Ramah dan peduli kepada penderita dan keluarganya, sesama teman kerja dan keluarganya, mitra kerja, tamu pengunjung & para pengguna jasa lainnya.

2.RAJIN
Rajindan bersemangat, selalu melaksanakan tugas secara profesional, taat kepada norma, etika dan  peraturan-peraturan, mencintai dan bangga pada tugas pekerjaannya, menghormati dan menghargai tugas pekerjaan teman sekerjanya, melaksanakan tugas dengan ikhlas, baik, benar, tepat waktu dan berdisplin tinggi.

3.RAPI
Rapi, bersih,dan sopan dalam berpakaian , berpikir ,  bertindak dalam melayani penderita dan pengguna jasa lainnya, dalam merawat dan membersihkan tempat kerja dan lingkungannya.

4.RINGKAS
Ringkas dan jujur dalam melaksanakan tugas, selalu berkoordinasi dengan unit terkait, sistimatis, efektif, efisien, proaktif, antisipatif, taat kepada prosedur kerja dan peraturan-peraturan, mau belajar untuk sesuatu kemajuan dan perbaikan.

5.RINGAN
Ringan dan trampil dalam melaksanakan tugas, ringan hati, ringan tangan, ringan kaki, ringan biaya / hemat.

MENUR
M
ampu  dan  mempunyai   kompetensi   dan  kemampuan  untuk   semua tugas – tugas pekerjaan berdasarkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan yang  terbaik berlandaskan iman dan taqwa.
E lok dan asri dilingkungan dan  tempat kerja, penampilan pribadi, dalam melaksanakan tugas selalu tersenyum, menyapa, siap membantu, melayani, berperi laku menjaga kebersihan dan ketertiban.
N asionalis yang selalu  mengutamakan  kepentingan  bangsa  dan negara ,  persatuan dan kesatuan, berjiwa patriot, rela berkorban, suka bergotong-royong serta berdisiplin tinggi.
U tamakan  selalu   kepentingan  dan  kepuasan   pengguna  jasa ,  berbudi  pekerti luhur, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

R amah  dan rajin dalam pelaksanaan tugas, berkomunikasi, bekerja sama , ringan hati, ringan tangan, ringan kaki dan tugas dilaksanakan dengan ikhlas, ramah terhadap lingkungan.

PANCA MALU

M alu karena  pulang  sebelum  waktunya , tidak masuk kerja, sering datang terlambat dan berperilaku kurang sopan.

M alu karena disiplin dan produktifitas kerja yang rendah.

M alu karena lebih mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan dinas.

M alu karena tidak mau belajar untuk peningkatan kemampuan dan ketrampilannya.

M alu karena kurang memahami prosedur kerja dan peraturan yang berlaku.

STRATEGI

1.Meningkatkan mutu dan efisiensi pelayanan kesehatan jiwa dengan mengembangkan semua jenis dan tingkat pelayanan di RSJ Menur Surabaya serta memanfaatkan secara optimal baik sarana maupun prasarana .
2.Meningkatkan sistim manajemen, peralatan dan sumber daya manusia dari segi kuantitas dan kualitas untuk seluruh jajaran baik manajerial, teknis medis, para medis, maupun non medis.
3.Meningkatkan disiplin dan etos kerja  seluruh karyawan dengan pendekatan manajemen partisipatif.
4.Melakukan pemasaran sosial kerjasama dengan  Pemerintah Propinsi Jawa Timur, DPRD Propinsi Jawa Timur dan instansi terkait.
-    Selesai dibangun oleh Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur dan mulai dioperasionalkan Instalasi Gawat Darurat yang melayani selama 24 jam non stop dengan dokter jaga on call.
-    Bulan September Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya lulus Akreditasi Dep.Kes. RI. dengan predikat “Akreditasi Penuh Tingkat Dasar”.

IGD RSJ Menur diresmikan pada Juli 2000

Tahun 2001

-    Selesai dibangun Unit Pelayanan NAPZA/NARKOBA oleh Biro Perlengkapan Propinsi Jawa Timur yang perencanaannya dimulai dengan mengadakan studi banding ke RSKO akarta. Unit ini terdiri dari Gedung Poliklinik dan Gedung Pertemuan, Gedung Administrasi dan Penunjang Medik serta Gedung Rawat Inap dan Gedung Rehabilitasi; seluruhnya seluas 1.679 m2 . Rawat Inap dioperasikan dengan fasilitas pelayanan klas Utama III, II, I dan VIP II.
-    Penerapan pola tarif berdasarkan Perda No.7/98 mencapai 75 % dari tarif Perda tersebut.
-    Dipersiapkan perubahan Perda Tarif dan Perda Struktur Organisasi Tata Kerja Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.

Unit Pelayanan NAPZA diresmikan tahun 2001

Tahun 2002

-    Sesuai dengan perkembangan situasi maka dilakukan perubahan sistem manajemen Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya yaitu dengan menetapkan Perda baru no. 10/2002 untuk tarif Rumah Sakit dan Perda no. 23/2002 untuk Struktur Organisasi Tata Kerja Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.
-    Tarif disini untuk klas III dan poliklinik masih di subsidi Pemerintah Propinsi Jawa Timur, sedang tarif klas II baru pada tahap impas.
-    Struktur Organisasi Tata Kerja yang baru mengamanatkan bahwa Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya adalah unsur Penunjang Pemerintah Propinsi Jawa Timur yang berbentuk Badan yang bertanggung jawab kepada Gubernur lewat Sekda Propinsi Jawa Timur dengan eseloneringnya IIa.
Perubahan yang terjadi meliputi :
Wakil Direktur ada 2 yaitu Wakil Direktur Pelayanan Medik dan  Keperawatan dan Wakil Direktur Administrasi dan Umum.

Bidang / Bagian meliputi :
Sekretaris
Kepala Bidang Pelayanan Medik
Kepala Bidang Penunjang Medik
Kepala Bidang Keperawatan
Kepala Bidang Perencanaan Program dan Rekam Medik
Masing-masing Kepala Bidang membawahi 2 Sub Bidang dan Sekretaris membawahi 4 Sub Bagian.
Unit Pelaksana Fungsional dihapus dan dirubah menjadi Instalasi sebanyak 12 Instalasi yaitu Instalasi Gawat Darurat, Inst.Rawat Jalan, Inst.Rawat Inap, Inst.Rehabilitasi Mental, Inst.Farmasi, Inst.Laboratorium, Inst.Dapur/ Gizi, Inst.Pemeliharaan Sarana, Inst.Kes.Lingkungan, Inst.Pemasaran & PKMRS, Inst.Radiologi & Electro Medik dan Inst.Diklat.

Kepala Bagian Tata Usaha diganti dengan sebutan Sekretaris
Jabatan non struktural lainnya meliputi Satuan Pengawas Intern (SPI), Komite Medik dan Komite Keperawatan.
Sudah mulai ada penempatan dokter-dokter spesialis non jiwa untuk pelayanan penunjang bagi pasien-pasien jiwa.

Tahun 2003
-    Selesai dibangun fasilitas pelayanan rawat jalan yaitu Gedung Poliklinik Spesialis Non Jiwa yang meliputi pelayanan kesehatan bidang Syaraf, Jantung, THT, Paru, Kulit Kelamin, Gigi dan Kesehatan Jiwa non Psikotik dan Napza. Instalasi Laboratorium, Radiologi & Electro Medik telah dipimpin oleh dokter spesialis patologi klinik dan spesialis radiologi.
-    Fasilitas alat-alat kedokteran bertambah dengan tersedianya alat Rontgen, EKG (1 & 4 chanel), dan Brain Mapping baru.
-    Untuk keperluan itu maka daya listrik PLN telah dinaikkan dari 66 Kva menjadi 198 Kva.
-    Block Plan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya selesai dibuat untuk panduan pembangunan fisik 5 tahun kedepan.

Poli Umum diresmikan pada Agustus 2003

Tahun 2004

Poliklinik Psikologi telah menempati gedung baru hasil rehabilitasi/renovasi yang lebih memenuhi persyaratan.

Gedung Psikologi diresmikan pada Bulan Desember Tahun 2004

-    Untuk memenuhi pelayanan obat-obatan dan alat kesehatan telah dibentuk Depo Farmasi yang terletak di gedung poliklinik spesialis non jiwa dan berdekatan dengan gedung IRD. Fungsi Depo Farmasi adalah menyediakan obat-obatan diluar Formularium Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Fasilitas ini dibiayai dengan dana bergulir diluar anggaran untuk kebutuhan Instalasi Farmasi.
-    Berhasil lulus Akreditasi Dep.Kes.RI. dengan predikat “Terakreditasi Penuh Tingkat Lanjut” yang meliputi 10 bidang yaitu 5 bidang tingkat dasar ditambah bidang-bidang Farmasi, Radiologi, Laboratorium, K3 dan Pengendalian Infeksi.
-    Selesai pula dibangun fasilitas pengolahan limbah rumah sakit, baik limbah padat maupun limbah cair yaitu tersedianya Incenerator dan Instalasi Pengolahan Limbah Cair dengan sistem aerasi.
-    Dilakukan revisi Visi dan Misi Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya untuk disesuaikan dengan perkembangan pelayanan kesehatan yang terjadi. Adapun  Visi dan Misi yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :

VISI  :
Menjadi Pusat Rujukan Pelayanan Kesehatan Jiwa Yang Paripurna, Profesionalisme dengan Pelayanan Prima yang mengutamakan kepuasan pelanggan di Jawa Timur Tahun 2010.

MISI :
1. Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Jiwa  yang  Paripurna, Bermutu dan Bersahabat untuk Mewujudkan kepuasan Pelanggan;
2.      Menyelenggarakan  Kegiatan  Pendidikan,  Penelitian  dan  Pengembangan  Pelayanan Kesehatan Jiwa yang bermutu dan Inovatif;
3.     Menyelenggarakan   Administrasi   Manajemen  Rumah  Sakit  yang Profesional dan Bertanggung jawab.

MOTTO :
Pelanggan adalah sahabat kami.

-    Selesai pula direnovasi Gedung Poliklinik Jiwa menjadi 2 lantai. Lantai pertama untuk fasilitas poliklinik jiwa sedang lantai 2 untuk fasilitas Rekam Medik dan Informasi Rumah Sakit Jiwa serta Ruang Rapat.
-    Poliklinik Jiwa dirancang full AC untuk memberi kenyamanan kepada pasien, keluarga pasien  dan pengunjung.
-    Selesai direnovasi sebagian selasar yang ada di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya dan Ruang F.

Poli Jiwa RS Jiwa Menur Surabaya

Tahun 2005

-    Selesai direnovasi ruang perawatan A dan B dan difungsikan sebagai fasilitas Ruang Perawatan Pavilyun / Puri Anggrek.

Puri Anggrek diresmikan pada Tahun 2005

Puri Anggrek
Kamar VIP I

Puri Anggrek
Kamar VIP II

Puri Anggrek
Kamar Utama I

Puri Anggrek
Kamar Utama II

-    Renovasi Ruang Perawatan G belum selesai dan dilanjutkan tahun depan.
-    Selesai dibangun fasilitas pelayanan rehabilitasi diluar ruangan yang meliputi 3 buah gazebo dan taman yang indah.

Taman Sosialisasi Pasien

Terapi Aktivitas Kelompok dilakukan di Taman Sosialisasi Pasien
-    Dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya mendapat hibah sebuah ruang pendidikan seluas 220 m2 lengkap dengan fasilitas alat-alat untuk pendidikan dan ruang perpustakaan, ruang dokter muda.
-    Universitas Wijaya Kusuma telah menjalin hubungan kerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya sejak tahun 1999 sampai sekarang.

Gedung UWK yang telah dibangun di Lokasi RSJ Menur
dan diresmikan pada tanggal  7 Maret 2005

-    Dimulai persiapan-persiapan untuk mewujudkan Hospital by Laws Standart Pelayanan Minimal, Peningkatan Mutu Pelayanan, Program Keselamatan Pasien, Sertifikasi ISO 9001 – 2000, persiapan SIM RS yang berbasis komputer yang terintegrasi secara Local Area Network dan Akreditasi Tingkat Penuh.
-    Dokter jaga IGD beroperasi dengan sistem jaga on-site, yang tadinya on-call, ini untk memperpendek waktu tunggu di IGD dari 45 – 60 menit menjadi 1 – 5 menit saja.
-    Untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin seluruhnya ditangani oleh PT. ASKES Indonesia. Sebelumnya pelayanan masyarakat miskin didanai melalui Program JPSBK yang dilanjutkan dengan Program PKPS BBM oleh Dep.Kes. RI. Sistem ini dapat mendongkrak pendapatan fungsional karena seluruh biaya pelayanan kesehatan masyarakat miskin dibayar seluruhnya oleh PT. Askes melalui sistem klaim oleh Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.

Tahun 2006

-    Selesai di renovasi gedung perawatan G tahap II, Ruang C, Ruang Rekreasi Pasien, Ruang Loundre, Tempat Parkir Sepeda Motor dan Mobil.
-    Klinik VCT sudah ada dan sudah menerima kunjungan yang dilayani oleh suatu Tim yang telah mendapat pelatihan.
-    Depo Farmasi melayani tiap hari kerja sampai jam 21.00 WIB.
-     Dimulai kegitan untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9001 – 2000 dengan membentuk Tim dan menunjuk konsultan pembimbing.
-    Dimulai pula kegiatan untuk mewujudkan SIM – RS yang berbasis komputer dengan sistem Local Area Network.  Juga dilakukan persiapan – persiapan untuk menjadi BLU.
-    Telah dilakukan pelatihan intern untuk pelayanan prima bagi sebagian staff di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Tahun 2007 direncanakan 1 kali lagi untuk staf yang lain, dengan mengundang pelatih/pengajar dari luar Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.
-    Telah dilakukan pelatihan Clinical Instructur  dan Terapi Aktifitas Kelompok bagi sebagian tenaga perawat.
-    Perubahan nama ruang perawatan dari sistem abjad dengan nama burung dan bunga.
-    Untuk menanggulangi listrik mati, maka telah dipasang Genset dengan daya terpasang 135 Kva dan berfungsi secara otomatis.
-    Dihadapkan pada masalah penanggulangan gelandangan psikotik hasil penjaringan di Kota Surabaya yang sampai akhir tahun 2006 sudah mencapai jumlah lebih dari 500 orang.

Tahun 2007

-    Diharapkan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya sudah mendapat sertifikat ISO 9001 – 2000.
-    Sistem Informasi Rumah Sakit, termasuk Billing System sudah dapat berfungsi.
-    Direncanakan renovasi gedung perawatan D dan E, Ruang H, sebagian sisa selasar, Mushola dan lanjutan tahap III renovasi Ruang G.
-    Bila renovasi – renovasi tersebut telah selesai maka kapasitas Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya dapat naik menjadi 350 TT dan bila disertai dengan penambahan SDM dokter, perawat dan paramedis serta peralatan medis dan non medis, maka masalah penanggulangan gelandangan psikotik yang menjadi tanggung jawab Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya yaitu Terapi & Rehabilitasi diharapkan dapat terselesaikan.
-    Diharapkan pula tahun 2007 ini Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya telah dapat dikategorikan / ditetapkan dengan Rumah Sakit Jiwa yang memakai sistem PPK – BLUD agar dapat lebih meningkatkan pelayanannya secara lebih efektif, efisien dan profesional. Untuk persiapan tersebut perlu diselesaikan masalah-masalah :
Hospital By Laws
Standart Pelayanan Minimal
Perhitungan Asset Awal dan Neraca Awal
Sistem Akuntansi Akrnal
Rencana Bisnis dan Anggaran
Penilaian Kinerja RS
Tata Kelola RS
Sistem Remunerisasi

Tarif Pelayanan RS
-    Tahun 2007 juga diharapkan semua ketentuan untuk Pelayanan Publik sudah dapat diselesaikan dengan baik.
-    Masalah Pedagang Kaki Lima didepan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya diharapkan dapat diselesaikan dengan baik.
-    Kalau melihat matriks perkembangan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, dapat dilihat bahwa dari tahun ke tahun terjadi peningkatan jumlah pasien (baik IRD, Rawat Jalan, Rawat Inap) yang diiringi dengan peningkatan pendapatan fungsional Rumah  Sakit  Jiwa  Menur  yang    sampai    tahun  2006  telah    mencapai Rp. 3.820.840.000,-   diharapkan tahun 2007 dapat mencapai Rp. 4,5 M.
-    Dari jumlah SDM, kenaikannya masih sedikit, dimana kenaikan itu berasal dari tenaga honorer/kontrak. Kekurangan terutama pada tenaga perawat dan dokter.
-    Dapat dilihat pula kenaikan jumlah institusi pendidikan tenaga kesehatan yang menggunakan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya sebagai lahan Praktek Kerja Lapangan. Tahun 2000 baru 7 institusi, tahun 2006 sudah menjadi 30 institusi yang sebagian berasal dari luar Jawa Timur.
-    Tenaga yang bekerja di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya dimotivasi untuk meningkatkan pendidikan lanjutan, dimana mereka yang mengikuti pendidikan lanjutan ke tingkat yang lebih tinggi mendapat rangsangan berupa sumbangan SPP untuk 1 tahun, sampai tahun 2006 telah  selesai  mengikuti  pendidikan D3 = 28 orang,  S1 =  13  orang,  S2 =  8  orang, sedang  mengikuti pendidikan D3 = 5 orang, S1 = 5 orang, S2 = 2 orang.
-    Sedang dibangun Graha Menur berlantai II, untuk rapat Direktur beserta staf, Seminar, Pertemuan seluruh karyawan RSJ Menur, dan lain-lain.

Sedang dibangun Graha Menur

Gambar Maket Perencanaan Graha Menur tampak depan

-    Logo RS Jiwa Menur Surabaya masih dalam proses penyempurnaan dan diharapkan tahun 2007 sudah ada Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur.

ARTI LOGO BARU
Trisula dililit ular :

Lambang Kedokteran Jiwa (Tri Upaya Bina Jiwa)

Tugu Pahlawan :

Lambang Jawa Timur (Propinsi Jawa Timur)

Buku :

Tempat Pendidikan

Palang Hijau :

Tempat Pelayanan Kesehatan

Warna Kuning :

Kesiapan RSJ dalam Pelayanan Masyarakat

Warna Hijau :

Tumbuh Kembang

-    Keberhasilan tersebut diatas adalah berkat kerjasama seluruh staf yang melaksanakan tupoksinya masing-masing secara lebih baik dan lebih benar disertai dengan tersedianya insentive-insentive, terutama yang berasal dari Jasa Pelayanan. Jasa Pelayanan besarnya seiring dengan besarnya pendapatan fungsional Rumah Sakit, makin besar pendapatan fungsional Rumah Sakit semakin besar pula Jasa Pelayanan yang dapat dibagi secara proporsional kepada seluruh staff Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya.
Ketidak berhasilan bukan berarti tidak ada, tapi semuanya dihadapi sebagai suatu tantangan yang harus diselesaikan pada waktunya / terus diupayakan keberhasilan secara terus menerus.

Demikian telah disusun sejarah singkat / Memorandum Tri Dasawarsa Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya Propinsi Jawa Timur tahun 2007. Dalam sejarah ini termuat perkembangan dan keberhasilan Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya dalam tiga periode kepemimpinan direktur dalam pembangunan, kegiatan dan pelayanan yang telah dilaksanakan serta hasil kerja yang telah dicapai selama 30 tahun ini dan dapat ditingkatkan pada tahun mendatang.

Kami menyadari keterbatasan waktu, masih banyak kekurangan, kelemahan dan data-data kurang lengkap dalam penyusunan Buku Memorandum/Sejarah singkat ini.

Sebagai masukan serta saran dari panitia untuk meningkatkan arsip Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya Propinsi Jawa Timur dan arsip foto serta arsip buku laporan tahunan rumah sakit disimpan lebih baik lagi, sehingga dapat memudahkan pencarian data-data bila diperlukan dikelak kemudian. ***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: